BIO Gelar Intimate Studio Show, Perdengarkan “Kenyataan Semu”

Bandung Inikami Orcheska (BIO) memperdengarkan singel terbarunya, “Kenyataan Semu”, kepada lingkaran terdekatnya lewat BIO Intimate Studio Show Vol. #1 di NEKST, Jalan Sersan Bajuri Nomor 2A, Bandung, Kamis (10/9/2026) malam. Pertunjukan yang berlangsung pukul 19.30 hingga 21.00 WIB itu digelar dalam rangka perilisan singel yang dijadwalkan meluncur pada 21 September 2026.

Berbeda dari pertunjukan musik pada umumnya, malam itu tidak dirancang untuk penonton luas. Acara ini digelar secara gratis dan eksklusif untuk sepuluh orang terpilih. Sesuai rancangannya, acara dikemas sebagai hearing session singel baru, lalu dilanjutkan dengan bernyanyi dan jamming bersama.

Mereka yang hadir pun berasal dari lingkaran dekat band. Sebagian besar tamu adalah kolega, teman, dan orang-orang yang pernah terikat dalam perjalanan BIO. Keluarga para personel serta kru yang terlibat dalam penyelenggaraan turut mengisi ruangan. Dengan komposisi seperti itu, jarak antara band dan penonton nyaris tidak terasa, dan malam itu berjalan akrab, hangat, sekaligus eksklusif.

Acara dibuka dengan ucapan terima kasih BIO kepada Rima Synergy Global. Sesudahnya, para tamu memperkenalkan diri satu per satu. Perkenalan itu tidak berhenti pada nama dan hubungan masing-masing dengan band. Begitu selesai memperkenalkan diri, setiap tamu langsung menyampaikan doa dan harapan bagi BIO, sehingga pembukaan malam itu menjadi rangkaian dukungan yang sangat personal.

Giliran berikutnya adalah para personel. Seluruh anggota BIO diperkenalkan bersamaan, yakni Riksa (vokal), Indra Kusuma (gitar), Ardi (kibor), Adi Yusuf (bas), Oki (drum), Ndik, Wendi (terompet), Ivan, dan Fiko.

Selepas perkenalan, BIO mengajak hadirin masuk ke cerita di balik “Kenyataan Semu”. Lagu ini ditulis langsung oleh Riksa, vokalis BIO. Judulnya sengaja mempertemukan dua kata yang saling bertentangan, kenyataan dan semu, dan dari pertentangan itulah lagu ini bertolak.

“Kenyataan Semu” berkisah tentang dua entitas yang terpisah jarak, tetapi merasa dekat satu sama lain. Kedekatan itu lahir dari kerinduan, dan kerinduan itulah yang kemudian menciptakan realitas bagi keduanya untuk bertemu. Perjumpaan tersebut dimainkan lewat media, sehingga muncul paradoks antara realitas fisik dan realitas emosional. Keduanya bersama, tetapi tidak bersentuhan.

Dalam penjelasan BIO malam itu, yang semu dalam lagu ini adalah perjumpaannya, bukan kerinduannya. Rindu yang dirasakan kedua entitas itu nyata, sementara perjumpaan mereka berlangsung dalam ruang yang dibangun oleh media dan perasaan. Lirik lagu ini juga memuat frasa “belantara aksara”, yang menempatkan aksara sebagai rimba tempat kedua entitas itu saling menemukan, meski secara fisik tidak pernah benar-benar bersua.

Setelah cerita itu, acara inti dimulai. Seluruh yang hadir, mulai dari tamu, keluarga, hingga kru, mendengarkan “Kenyataan Semu” bersama-sama dalam suasana yang tenang. Sesi ini menjadi puncak rangkaian perilisan malam itu, sebab karya baru BIO lebih dulu sampai ke telinga orang-orang terdekat sebelum dilepas ke publik.

Suasana kemudian bergeser dari menyimak ke bermain. BIO membuka sesi jamming berdasarkan permintaan hadirin. Tamu menyebut lagu yang ingin mereka dengar, lalu BIO memainkannya secara langsung. Lagu pertama yang dibawakan adalah “Matahari Jingga Bandung Utara”, disusul “Someday” dan “Kupu-Kupu Kaca”.

Di sela penampilan, batas antara band dan penonton makin cair. Canda dan obrolan mengisi jeda antarlagu, dan ruangan beberapa kali pecah oleh tawa. Selepas obrolan itu, BIO kembali ke musik dan membawakan “Kembang Kertas”.

Malam itu ditutup dengan “Cerah”, lagu BIO yang dinyanyikan bersama oleh band dan seluruh yang hadir. Bagi publik yang tidak berada di ruangan itu, “Kenyataan Semu” dapat didengarkan mulai 21 September 2026.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *