Bob Anwar menggandeng Nuranica dan Yasin Getih dalam sebuah lagu tentang jarak yang tumbuh diam-diam antara kakak dan adik. Dirilis sehari setelah Hari Anak Nasional.
Ada jarak yang tidak pernah kita rencanakan, dan justru karena itu ia paling menyakitkan. Jarak dengan kekasih masih bisa diberi nama: putus, atau sedang tak baik. Jarak dengan sahabat masih bisa dijelaskan oleh waktu dan kesibukan. Tapi jarak dengan adik sendiri, orang yang dulu tidur satu selimut dan berebut remot televisi, datang tanpa alasan yang mudah diucapkan. Kenapa bisa begitu?
Sebab jarak itu tidak menyerang. Ia menyelinap pelan, dibungkus sesuatu yang kita sebut kedewasaan, padahal sering cuma rasa malu yang tak tahu dari mana asalnya. Kita jadi jaim kepada orang yang paling mengenal kita sebelum kita tahu apa itu gengsi. Maka dari keresahan seperti itulah “Kepada Adik” bermula. Ini bukan lagu perpisahan, melainkan surat yang terlambat dikirim, ditulis oleh kakak yang menyadari bahwa kata maaf tak cukup, karena yang dirindukan bukan penjelasan, melainkan kehadiran.
Lagu ini diciptakan Bob Anwar, musisi sekaligus sastrawan asal Bandung yang dikenal lewat dunia literasi dan pertunjukan musik yang kerap ia gelar di perpustakaan dan toko buku. Bagi Bob, sebuah lagu baru terasa hidup ketika lahir dari pengalaman yang sungguh dialami. Maka “Kepada Adik” tidak berpura-pura. Ia otentik justru karena ia mengaku, bukan karena ia berusaha terdengar dramatis.
Ia membawakannya bersama Nuranica, solois asal Purwakarta yang belakangan makin sering disebut dalam perbincangan musik indie Tanah Air. Suaranya tidak sekadar menghibur, ia membuat pendengar merasa didengar, dan itulah jembatan yang pas bagi lirik tentang penyesalan yang tak ingin terdengar berlebihan. Warna emosional lagu ini diperdalam oleh biola Yasin Getih, musisi Bandung yang telah lama malang-melintang sebagai solois maupun session player. Gesekan biolanya bukan ornamen, melainkan suara lain dari rasa bersalah yang tak sanggup dikatakan oleh kata-kata.
Aransemen, mixing, dan mastering dikerjakan Putra Prastyo, yang lebih dikenal sebagai Tyo Closehead, yang juga suami Nuranica. Seluruh proses rekaman berlangsung di studio pribadi di rumah mereka sendiri. Ada yang menarik dari keputusan itu: sebuah lagu tentang rindu pada rumah dan adik, direkam justru di tempat yang paling menyerupai rumah.
“Kepada Adik” dirilis di seluruh platform digital pada 24 Juli 2026, sehari setelah peringatan Hari Anak Nasional. Dan itu bukan kebetulan. Lagu ini tidak dipersembahkan untuk anak-anak yang dirayakan hari itu, melainkan untuk mereka yang sudah tumbuh dewasa dan lupa bahwa mereka pernah menjadi kakak dari seseorang.

Untuk kamu yang sedang sibuk mengejar hidupmu sendiri, untuk kamu yang menyimpan satu pesan tanpa pernah menekan tombol kirim, untuk kamu, kamu, dan kamu yang membaca ini sambil menunda menanyakan kabar: barangkali lagu ini sedang bicara kepadamu. Kapan terakhir kali kamu benar-benar bertanya apa kabar kepada adikmu?
Kepada Adik · Bob Anwar feat. Nuranica & Yasin Getih · Aransemen, mixing, mastering: Putra Prastyo (Tyo Closehead) · Rilis 24 Juli 2026, seluruh platform musik digital · Kolaborasi konten Riset Media × Ruang Riung 229


Tinggalkan Balasan