-
BIO Gelar Intimate Studio Show, Perdengarkan “Kenyataan Semu”
Bandung Inikami Orcheska (BIO) memperdengarkan singel terbarunya, “Kenyataan Semu”, kepada lingkaran terdekatnya lewat BIO Intimate Studio Show Vol. #1 di NEKST, Jalan Sersan Bajuri Nomor 2A, Bandung, Kamis (10/9/2026) malam. Pertunjukan yang berlangsung pukul 19.30 hingga 21.00 WIB itu…
-
Metafora Perlawanan dalam Rimpang, Membaca Album ke-4 ERK
Jakarta. Kota yang tak pernah tidur. Beton dan aspal membentang sejauh mata memandang. Di tengah riuh rendah klakson dan deru mesin, sebuah album musik menerobos kebisingan. Rimpang karya terbaru Efek Rumah Kaca. Bukan sekadar kumpulan nada, tapi sebuah manifesto.…
-
Ketika Piala Dunia Melampaui Batas Negara
Ketika menoleh ke Piala Dunia Brasil pada 2014, ingatan publik tidak berhenti pada gol Mario Götze yang mengantarkan Jerman mengangkat trofi di Stadion Maracanã. Di balik pertandingan itu, ada irama samba yang mengalun dari sudut-sudut Rio de Janeiro, mural-mural…
-
Kepada Adik: Surat yang Terlambat, Rindu yang Tepat Waktu
Bob Anwar menggandeng Nuranica dan Yasin Getih dalam sebuah lagu tentang jarak yang tumbuh diam-diam antara kakak dan adik. Dirilis sehari setelah Hari Anak Nasional. Ada jarak yang tidak pernah kita rencanakan, dan justru karena itu ia paling menyakitkan.…
-
Bukan Suporter yang Diundang
Tiket lima puluh ribu, siaran dua platform, pemain baru debut. Kedengarannya seperti semua yang kita mau. Tunggu dulu.
-
Apa Perekat Sebenarnya di Luar Dana: Menyatukan Visi, Merawat Relasi, Menghidupkan Milik Bersama
Komunitas paling tangguh tidak dirakit oleh dana, tapi oleh tiga hal: visi yang satu, relasi yang dirawat, dan milik bersama yang benar-benar dihidupi.
-
Nobar: Mencari Pelukan di Tengah Layar yang Memisahkan
Saya mengamati mereka yang datang ke nobar yang kami gelar. Puluhan orang memilih berdesakan di bangku kayu, padahal di rumah mereka bisa menonton dengan layar lebih jernih dan sofa lebih empuk. Ketika gol tercipta, mereka melompat, berteriak, dan berpelukan…
-
Bukan Pengembangan Diri, Melainkan Penambangan Tenaga
Tahun 2017, saya menjadi ketua pelaksana sebuah acara pengabdian di kampus. Selama tiga bulan, saya bekerja dari pagi hingga tengah malam: menyusun proposal, mencari sponsor, mengoordinasi puluhan panitia, menghadapi birokrasi kampus. Saya bolos lebih dari setengah jadwal kuliah, nilai…
-
Skripsi, Wisuda, Lalu Apa?
Saya lulus pada 2023, setelah delapan tahun di kampus. Bukan karena malas, melainkan karena organisasi, teater, dan kerja-kerja yang menyita waktu. Di panggung wisuda, setelah toga dilepas dan foto-foto selesai, saya berdiri di pelataran dan bertanya, “Lalu, apa?” Tidak…


